Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Biarlah Dia Saja yang Bahagia

Gambar
Ada seorang guru yang ku kenal. Guru yang paling ku kagumi dan paling aku sayang, Rustiana namanya. Beliau adalah motivasiku. Sesosok wanita yang tangguh dan terhormat. Aku memanggilnya bunda. Dalam dirinya, kata pacaran tidak ada. Terlihat dari kisah cintanya, dulu .. “Mari kita berjanji bahwa kita tak akan pernah pacaran sampai lulu SMA” kata salah seorang dari tiga siswa SMA kelas 1 itu. Di atas gedung sekolah, di bawah sinar bintang gemilang, 3 siswi itu berjanji untuk tidak pacaran sampai mereka lulus. Mereka pun sanggup untuk melaksanakannya. Aku heran, Meraka adalah murit yang baru lulus SMP, tapi sudah memiliki pemikiran Agen Sbobet seperti itu. Pasti bukanlah sembarangan orang yang bisa melakukannya. Mungkin terlintas hanya untuk saat SMA, tapi bukan bagi bundaku. Sampai kuliah pun dia masih melakukan hal yang sama. Kisah berawal dari kedatangnya seorang perempuan yang tidak di kenal ke rumah Bunda Rustiana. “Apa ini rumah dari mbak Rustiana?” “Iya benar.” “Bisa kita bicara …

Dilihat dari Mana Saja, Cinta itu Menyedihkan

Gambar
Semua yang telah aku nantikan itu berahir tragis, menyisihkan luka yang teramat dalam. Dalam sekali sehingga aku pun tak tau, apakah bisa sembuh ataupun selamanya akan menjadi seperti ini. Dia wanita tercantik yang pernah ku jumpai. Cukup cantik yang banyak lelaki idamkan. Paras putih bersih dengan wajah kekuningan walau tanpa make up sama sekali. Mata yang teduh, bibir merah semerah jampu biji. Semua yang dia punya adalah pemberian, sangat natural. Sifatnya yang baik, pakaiannya juga yang selalu memakai jubah besar dan kerudung dengan ukuran panjang sampai punggung. Laki-laki mana yang tidak menyukainya. Dia adalah wanitaku, dulu. Kami menjalani hubungan yang semestinya tidak saling kita lakukan, terutama untuk diriku sendiri. Aku adalah guru agama di salah satu SMP Islam yang ada di desa. Kami berpacaran sudah satu tahun yang lalu. Menurutku, pacaran itu tidak boleh. Apapun alasannya, pacaran tetap saja suatu hal yang tidak dibenarkan. Walau aku tetap menjaga kehormatannya, begitu …

Ayah Penggemar Barang Rongsok

Gambar
Pria itu selalu saja begitu, kerjaannya begadang sampai larut dan cuma memperbaiki barang rongsok yang bukan miliknya. Mendengar suaranya saja sudah bikin tidak tenang banyak orang, entah bagaimana, yang jelas suaranya cukup nyaring di dengar dari dalam rumah. “pak sudah malam ini, cepatan masuk rumah, gak enak sama tetangga.” kata ibuku. Rumahku berada di pinggir jalan gang tidak terlalu lebar. Dalam rumah kami, tidak ada tempat buat menyimpan semua barang milik ayahku, tepatnya barang milik temannya. Ibuku sering marah kepada ayah karena perbuatannya yang sering sekali tidak tidur. Tak jarang juga pada pagi hari terdengar celoteh yang kurang enak untuk didengar anak-anaknya sepertiku. Tapi apa boleh buat, begitulah kebiasaan ayahku. Dia memperbaiki becak motor milik teman-temannya. Bukan hanya satu-dua, melainkan ada 3 sampai lima becak yang berserakan di depan rumah kami. Dan kenapa aku bilang itu adalah barang rongsokan, karena beberapa hari lagi pasti becak itu akan datang kerum…